5 Tempat Wisata di Lombok Barat yang Cocok Untuk Berakhir Pekan.

      Comments Off on 5 Tempat Wisata di Lombok Barat yang Cocok Untuk Berakhir Pekan.

Wisata lombok yang dikenal oleh wisatawan lokal dan mancanegara dengan deretan Gili-nya yang terkenal eksotis, banyak menyimpan keunikan dan misteri keindahan tersendiri. Bagi para pengunjung yang sering berkunjung kesana.

Kepulauan lombok yang dikenal luas baik di dalam negeri maupun mancanegara sebagai salah satu destinasi pantai selain pulau Bali,  menawarkan keunikan dan keindahan panorama menarik yang dibalut suasana religius.

Tidak hanya keindahan garis pantainya saja, tempat wisata lombok  ini juga memberikan sisi lain yang unik dari obyek wisata yang ada. Tidak kalah, obyek wisata ini juga mengandalkan keindahan alam dan pesonanya yang meneduhkan pandangan mata.

Wisata Lombok Barat

Salah satu destinasi wisata yang terkenal di kepulauan Lombok adalah wilayah Lombok Barat yang mempunyai banyak tempat eksotis. Obyek wisata religius, wisata hutan hingga obyek wisata taman menjadi nilai lebih yang ditawarkan.

1. Sunset di Pura Batu Bolong

Selain keelokan garis pantai Senggigi yang menjadi daya tarik di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), salah satu daya tarik wisata lain yang bisa dikunjugi adalah Pura Batu Bolong yang letaknya tidak jauh dari Senggigi.

Karena lokasinya yang berdekatan, Pura Batu Bolong merupakan lokasi pertama yang dilewati jika hendak menuju ke Pantai Senggigi. Tempatnya pun mudah diakses dan menjadi salah satu spot favorit untuk memanjakan mata menikmati sunset.

Pura Batu Bolong yang terletak kokoh diatas sebuah batu karang berwarna hitam yang berlubang di bagian tengahnya. Karena bentuknya yang unik dan tidak lazim, obyek wisata ini disebut sebagai Pura Batu Bolong karena berlubang di bagian tengahnya.

Seperti lazimnya sebuah obyek wisata, Pura Batu Bolong juga menjadi tempat menarik untuk dikunjungi. Dengan latar belakang pemandangan Gunung Agung dan selat lombok yang indah, Pura Batu Bolong menjadi lokasi yang pas untuk menikmati semilir angin sore di Lombok.

Nuansa religius sangat terasa di Pura Batu Bolong. Untuk akses masuk kesana, Anda diharuskan memakai kain berwarna kuning di pinggang.  Nuansa sunyi dan hening sangat terasa manakala sayup – sayup matahari tenggelam menyisakan rona merah di langit.

Banyak wisatwan dan terutama mereka yang mempunyai hobi fotografi menunggu momen terbenamnya matahari (sunset). Dan Pura Batu Bolong menjadi lokasi yang pas untuk melihat sekaligus mengabadikan momen ini.

2. Eksotisnya Taman Narmada

Taman Narmada yang merupakan Taman Terluas di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, menjadi salah satu obyek khas wisata Lombok yang wajib dikunjungi selain tempat wisata lainnya.

Taman seluas kurang lebih 2 hektar ini dibangun oleh Raja Mataram Lombok pada tahun 1727 dan berlokasi di Desa Lembuak yang berjarak sekitar 10 KM di sebelah timur Kota Mataram. Taman ini pada masanya digunakan sebagai tempat istirahat dan tempat upacara.

Berawal pada abad ke 19, Raja Anak Agung membuat tempat persembahyangan bernama Pura Suci Narmada. Pura ini dibuat agar ketika melakukan ritual sembahyang tidak perlu ke Gunung Rinjani, melainkan cukup dilakukan di Pura tersebut.

Setelah sekian waktu berlalu, Taman Narmada beralih fungsi menjadi sebuah obyek wisata unik di wilayah Lombok Barat. Desain arsitektur Taman ini juga merupakan replika mini dari Gunung Rinjani. Daya tarik lainnya adalah sumber mata air yang bersumber dari Gunung Rinjani dan konon dapat membuat awet muda bagi yang meminum air tersebut.

Kini Taman Narmada menjelma menjadi obyek wisata lombok yang menarik dan menjadi destinasi alternatif selain wisata pantai yang memang menjadi daya tarik utama dari Kepulauan Lombok.

3. Nuansa Religius Taman Mayura

Taman Mayura yang mempunyai artian taman burung merak, diambil dari kata Mayura yang berarti burung merak. Kompleks taman yang memadukan nuansa keasrian alam dengan balutan nuansa religius khas agama Hindu ini sangat menarik untuk dikunjungi.

Taman Mayura merupakan salah satu wisata lombok  barat yang sarat dengan cerita – cerita sejarah dibalik terjadinya pembangunan obyek wisata ini. Pura yang disakralkan oleh umat Hindu ini dibangun oleh Raja A.A. Made karangasem pada tahun 1744.

Pada zaman dahulu, Sebelum bernama Taman Mayura, lokasi Taman ini bernama Taman Kelepug. Pemakaian nama Mayura sendiri diambil dari kejadian dimana burung merak membantu warga sekitar untuk mengusir ular – ular yang menggangu saat masyarakat hendak beribadah.

Karena jasanya, Mayura yang berarti burung merak itu diabadikan sebagai nama Taman tersebut. Menggantikan nama sebelumnya yaitu Taman Kelepug. Suasana asri yang dipadu nuansa relligius memebuat Taman Mayura menjadi obyek wisata yang sarat dengan sejarah, seni dan budaya lokal.

Taman Mayura yang dikelilingi oleh deretan pepohonan manggis dan rumput – rumput hijau yang segar menjadi sarana yang tepat untuk melepas lelah, menjauh dari kepenatan dan kebisingan hiruk pikuk perkotaan.

Selain itu, terdapat sebuah bangunan yang terletak di tengah – tengah kolam yang bernama Rat Kerte atau juga bisa disebut sebagai gili. Pada masa silam, bangunan ini kerap digunakan sebagai tempat berkumpul dan tempat rapat serta menerima tamu kerajaan.

Taman Mayura menjadi obyek wisata lombok yang patut dikunjungi selain kawasan pantai dan gili di wilayah Lombok. Keasrian lingkungannya yang alami serta nuansa religius khas agama Hindu menjadi daya tarik tersendiri sebagai sarana rekreasi yang edukatif.

4. Legenda Makam Batu Layar

Tempat wisata lombok memang terkenal dengan keelokan garis pantai dan gili-nya yang terkenal seantero nusantara. Selain alam yang indah, lombok juga terlenal dengan potensi wisata religinya.

Salah satunya adalah Makam Batu Layar yang terletak tidak jauh dari kawasan Pantai Senggigi. Komplek makam yang dikermatkan oleh warga Lombok, khususnya warga sekitar, merupakan obyek wisata religi yang menjadi bukti penyebaran agama Islam di Lombok.

Menurut cerita yang beredar secara turun temurun, komplek Makam Batu Layar merupakan tempat yang dulunya pernah disinggahi oleh seorang syekh yang menyebarkan agam Islam di Lombok untuk beristirahat.

Lokasi Makam Batu Layar ini biasanya ramai dikunjungi pada saat lebaran Ketupat, sekitar satu minggu sesudah hari Raya Idul Fitri. Kegiatan pertama biasanya diawali dengan berziarah ke makam – makam yang dianggap keramat, salah satunya Makam Batu Layar.

Menurut cerita, Syekh Sayid yang konon berasal dari Baghdad, Irak, merupakan seorang syekh yang menyebarkan agama Islam di Lombok. Kejadian sang syekh yang menghilang setelah terjadi hujan lebat disertai petir menjadi sebuah kisah yang turun temurun diceritakan.

Meski begitu, jasad yang dikubur di kompleks pemakaman tersebut bukanlah jasad Syekh Sayid, melainkan benda – benda peninggalan miliknya. Oleh sebab itu, warga Lombok mengeramatkan keberadaan kompleks makam tersebut.

Selain suasana religius yang menghiasi kompleks wisata Makam Batu Layar, pengunjung disuguhkan dengan pemandangan pantai Senggigi  dari sebuah gardu yang terletak di seberang Makam Batu Layar.

Tidak hanya wisata alam dan pantainya saja, wisata lombok barat juga banyak menyuguhkan wisata religi yang sarat dengan nilai historis dan asal-usul dari kejadian – kejadian penting yang terjadi di kawasan wisata tersebut.

5. Sejuknya Hutan Sesaot

Kawasan wisata lombok di Nusa Tenggara Barat tidak hanya menyuguhkan keindahan garis pantainya yang alami, tetapi juga memanjakan indera penglihatan pengunjung dengan kesejukan di alami dari kawasan wisata hutan lindung yang bernama sesaot.

Terletak sekitar 5 km sebelah utara Suranadi Kecamatan Narmada Lombok barat, NUsa Tenggara Barat, hutan yang sesaot yang masih alami ini memberikan pengalaman lain yang tak kalah seru kepada pengunjung.

Dengan luas  sekitar 5.999,2 hektar, Hutan Sesaot merupakan kawasan hutan lindung yang masih alami.  5.935 hektar terdiri dari hutan lindung dan sisanya merupakan hutan buatan yang digunakan sebagai kawasan wisata.

Di dalam hutan ini juga mengalir sumber mata air yang berasal dari Gunung Rinjani, menambah sejuk dan asri suasana. Suasana pedesaan yang mayoritas penduduknya dari suku sasak ini sangatcocok digunakan untuk melepas lelah dan rileksasi.

Yang menarik dari kawasan Hutan Sesaot adalah sungai Aiq Nyet yang mempunyai air yang sangat bersih dan jernih dengan hiasan batu – batu kali berukuran besar. Saking bersih dan beningnya, Sungai Aiq Nyet ini cocok untuk berenang.

Menurut cerita. bersihnya Sungai Sesaot tidak lepas dari kesigapan dan peran serta warga setempat yang menjaga kebersihan, sekaligus menanam dan memelihara seluruh aset – aset tumbuhan yang ada di Hutan Sesaot.

Hutan yang dibagi menjadi 3 area yakni hutan primer, sekunder, perkebunan Mahoni dan Agroforestri. Pohon Mahoni yang tumbuh berjajar, berdiri tegak, berdampingan dengan pohon durian yang berumur ratusan tahun. Bisa dibilang , pohon – pohon inikah yang mampu menetralisir polusi udara yang ada.

Berkeliling Hutan Sesaot sembari menikmati udaranya yang sejuk, pengunjung bisa melepas lelah dan lapar dengan mengunjungi warung- warung tenda yang menjual makanan seperti sate bulayak, plencing kangkung, dan makan khas Lombok lainnya.

Hutan Sesaot yang juga disebut – sebut sebagai paru – paru Lombok ini juga mempunyai panorama Alami yang menarik untuk di abadikan pada sebuah lensa kamera. gemericik air sungia yang sejuk, udara yang bersih dan keramahan penduduk lokal, akan menjadi teman selama berada di Hutan Sesaot.

Nah, Anda bisa membuktikan keindahan Sesaot dengan datang ke salah satu destinasi wisata di Lombok ini. Dijamin tidak akan kecewa. Jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan keindahan hutan yang disebut-sebut sebagai paru-paru Lombok ini..

 

 

Katakunci Populer:

  • aiq nyet