Musim liburan telah tiba. Tiket sudah di tangan, segala persiapan telah dilakukan dengan matang. Bayangan akan liburan di tempat favorit sudah terbayang di pelupuk mata. Alih – alih untuk segera liburan, apa daya ternyata sakit datang menyerang. Liburan yang harusnya bisa menjadi ajang untuk bersenang – senang, langsung hilang tak berbekas.

Sakit Tidak hanya menyerang mereka yang merencanakan liburan, tapi juga bisa menyerang mereka yang sedang liburan. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang ingin bepergian untuk menikmati indahnya liburan. Mau tidak mau, menjaga kondisi tubuh dan melakukan pola hidup sehat bisa menjadi alternatif menghindarkan diri dari gejala sakit.

Untuk itu, sangat penting untuk mengenali gejala sakit yang sering menyerang para travellers, dengan harapan agar tetap waspada agar tidak terdampak dari gejala tersebut.

1. Jetlag setelah penerbangan

Jetlag bisa menghampiri siapa saja yang sedang bepergian dengan moda transportasi udara. Hal ini disebabkan perubahan waktu, jarak tempuh yang jauh ( antar benua ) dapat mempengaruhi kinerja biologis tubuh kita. Beberapa gejala seperti sakit kepala, kelelahan, disorientasi sesaat, diare dan perasaan depresi, merupakan gejala yang lazim diderita oleh travellers yang mengalami jetlag.

2. Perut kembung, gejala masuk angin

Perut kembung merupakan gejala awal terkena masuk angin. Gejala ini biasanya diawali dengan rasa mual yang tiba – tiba, keringat dingin dan rasa pusing hingga perut terasa kaku. Gejala masuk angin bisa terjadi karena perut kosong karena terlambat makan dan rasa lelah yang mempengaruhi kinerja lambung, sehingga mudah terserang masuk angin.

3. Dehidrasi karena kurang cairan

Kelelahan secara fisik juga bisa mendatangkan gejala dehidrasi yang ditandai dengan kondisi tubuh yang lemah dan kurang bergairah untuk melakukan aktivitas selanjutnya. Hal ini diakibatkan tubuh kekurangan asupan cairan alias kurang minum air. Jika dibiarkan,  hal ini sangat membahayakan dan bahkan dapat mengancam keselamatan jiwa. Unutk mengatasinya, ada baiknya agar menjaga kondisi cairan dalam tubuh tetap stabil dan mencoba untuk beristrahat untuk sementara waktu.

4. Cuaca dan suhu udara yang tidak menentu

Terkadang, suhu udara di setiap tempat sangat berbeda dengan tempat lainnya. Hal semacam inilah yang dapat mengundang gejala sakit seperti demam, pusing atau batuk. Bisa jadi karena disebabkan oleh suhu udara yang berubah secara tiba -tiba, sehingga kondisi tubuh terpaksa harus menyesuiaikan dengan kondisi dan dan suhu udara yang baru.

5. Lemas karena kelelahan

Jauhnya lokasi wisata yang akan dituju juga berdampak negatif pada tubuh. Terlebih, jika tubuh kurang mendapatkan asupan gizi yang cukup dan istirahat. Selain itu, berpindah – pindah moda transportasi satu dengan lainnya, juga dinilai sangat menguras tenaga. Belum lagi jika kondisi cuaca yang tidak mendukung. Tubuh pun akan terasa lemas dan gampang dimasuki oleh penyakit.