hipotermia adalah
JadiPergi – Hipotermia adalah suatu keadaan dimana tubuh manusia berada di bawah suhu tubuh normal (37°C) . Hal ini terjadi karena terlalu banyak terpapar udara dingin. Penurunan suhu tubuh pada hipotermia terjadi secara bertahap dan tidak langsung. Bahkan, terkadang seseorang yang menderita hipotermia ini tidak menyadari bahwa dirinya sedang membutuhkan bantuan medis dan tentunya kondisi ini sangatlah berbahaya. Jika tidak ditangani dengan tepat dapat berakibat kematian. Maka dari itu, mari kita kenali hipotermia lebih dalam:

Penyebab

Hypotermia-mountainsafety-co-uk-1024x768 - Meskipun Dihindari, Hipotermia adalah Penyakit yang Sering Ditemukan di Gunung - paket wisata

Hipotermia terjadi apabila suhu tubuh manusia menurun dengan cepat dan sulit untuk kembali ke suhu normal tubuh. Paparan yang lama pada lingkungan yang memiliki suhu yang lebih rendah daripada suhu tubuh dapat menyebabkan hipotermia. Hali ini terutama jika tidak berpakaian sesuai dengan kondisi atau tidak dapat mengontrol kondisi tersebut.
Beberapa kondisi  yang seringkali menyebabkan hipotermia adalah terpapar cuaca dingin, tidak menggunakan pakaian yang cukup hangat saat cuaca dingin, atau bahkan penggunaan air conditioner (AC) secara berlebihan sehingga menyebabkan udara di ruangan menjadi terlalu dingin.
Namun, hipotermia juga dapat terjadi akibat tubuh terpapar zat beracun, penggunaan alkohol, gangguan metabolisme dalam tubuh, infeksi seperti sepsis, serta gangguan pada sistem saraf pusat dan hormon dalam tubuh.

Gejala

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, hipotermia digolongkan dalam tiga tahap dan memiliki gejala atau tanda yang berbeda-beda pada setiap tahapnya, yaitu:
  1. Hipotermia Ringan (suhu tubuh 32-35°C)
  • Pucat, tubuh akan dingin saat disentuh serta gemetar
  • Detak jantung dan pernapasan meningkat
  • Mati rasa pada anggota gerak tubuh
  • Respon lamban, kantuk, atau lesu
  1. Hipotermia Sedang (suhu tubuh 28-32°C)
  • Mulai menurunnya tingkat kesadaran
  • Rasa gemetar akan mulai berkurang
  • Detak jantung dan napas melemah, serta adanya tekanan darah yang rendah
  • Mungkin terjadi ketidakmampuan seseorang untuk mengontrol buang air kecil karena peningkatan kerja ginjal sebagai akibat dari terhambatnya aliran darah pada bagian tubuh lain
  1. Hipotermia berat (suhu tubuh <28°C)
  • Hilangnya kesadaran dan respons
  • Jantung berdetak semakin lambat dan tidak teratur sebelum akhirnya berhenti jika suhu semakin turun dan dingin
  • Mata tidak dapat merespon terhadap cahaya
  • Otot-otot menjadi kaku
  • Nadi dan laju pernapasan mungkin ada, tetapi sulit untuk dideteksi