JadiPergi – Kereta Prameks kami yang diberangkatakan dari Stasiun Tugu akhirnya berhenti di Stasiun Solo Balapan. Di stasiun yang kondang namanya karena dibuatkan lagu oleh Didi Kempot ini, langkah kami dimulai. Siap menjelajahi Kota Solo beserta isinya. Sejarah Keraton Solo, budaya batik Solo hingga kuliner Solo siap kami libas semua.
Perjalanan 1 jam ternyata cukup membuat kami lapar. Tampak dari jauh gundukan sayuran hijau dan tumpukan gorengan sudah mengisyaratkan jika yang dijual warung di samping stasiun Balapan menjual nasi pecel.
“Campur ya buk tambah pake tahu bacem juga.” Kata Nina sahabat karibku ketika SMA.
Dia ke Jogja bersama kekasihnya yang juga suaminya. Sayang hari ini suaminya harus menemui rekan bisnisnya di Jogja hingga aku dipilih untuk menemani Nina hari ini.
“Mas, pasti bukan dari Solo ya,” tanya ibu penjual pecel yang sontak mengagetkanku.
Akupun mulai menceritakan latar belakangku. Sang ibu kadang menyaut sembari melayani pelanggan yang lain yang kebetulan ramai saat itu. Nina? Hahaha tampaknya dia terlalu fokus kepada pecelnya. Terus mengobrol aku dengan ibu sampai pada kalimat yang membuatku memperlambat kunyahanku saat itu. Ibu itu berkata di Solo ada 3 Keraton. Ya 3 Keraton dan ini tentu saja membangkitkan rasa penasaranku.
“Masnya mau kesana?” kata ibu pecel dan penuh semangat.
“MAU!!” aku pun menimpali dengan lebih semangat.
Nina? Ya begitulah dia masih tetap mengunyah tempe bacem yang tampaknya sudah habis 2 buah.
Kulihat ibu itu langsung ke tukang becak yang parkir didepan warungnya dan samar samar terdengar menawarkan ke tukang becak itu untuk mengantar kami ke Keraton itu. Harga pun disepakati akhirnya kami mulai berkeliling.

Keraton Mangkunegaran

800-Pura-Mangkunegaran-1024x480 - Jelajah Solo, Jejak Tiga Keraton Solo - paket wisata

Saat pertama kali masuk keratin Mangkunegaran, hal yang terlihat adalah bangunan yang sangat kental dengan nuansa Eropa. Banyak komponen yang tampaknya didatangkan dari Eropa seperti Belanda, Italia, Belgia, dan Jerman. Ada satu bangunan yang menarik perhatianku yaitu Gedung Kavallerie-Artillerie yang merupakan tempat Legiun Mangkunegara. Legiun Mangkunegara adalah pasukan Nusantara pertama yang mengadopsi militer modern dari Grande Armee pimpinan Napoleon Bonaparte.
Gedung Kavallerie-Artillerie berdiri sejak tahun 1874, dan masih berdiri megah di pojok Pura Mangkunegara. Gedung ini merupakan saksi bisu dari kemampuan beradaptasi para pemimpin Nusantara terhadap perkembangan zaman pada abad ke-19.

Keraton Kasunanan Kartasura

noviyanti_hon_50643998_761821940864678_7228527220480214333_n-1024x768-1024x768 - Jelajah Solo, Jejak Tiga Keraton Solo - paket wisata

Salah satu Keraton Solo ini hanya berjarak 15-20 menit jika menggunakan becak dari Keraton Mangkunegara. Letaknya di pusat kota menjadikan Keraton ini menjadi salah satu destinasi wisata Solo yang sering dikunjungi. Ketika masuk Nina harus menggunakan kain bermotif batik karena dia menggunakan celana pendek. Untungnya kami menggunakan sepatu sehingga tidak harus melepas sepatu kami seperti yang memkai sandal yang harus “nyeker”.
Keraton ini adalah mahakarya Pangeran Mangkubumi, yang merupakan kerabat Susuhunan (Raja Solo) yang kelak mendirikan Kasultanan Yogyakarta dengan gelar Sultan Hamengku Buwono I. Keraton Surakarta Hadiningrat tersebut resmi mulai digunakan oleh raja pada tanggal 17 Februari 1745.
Di sini terdapat museum yang memajang benda-benda peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta. Koleksinya antara lain alat masak abdi dalem, senjata-senjata kuno yang digunakan keluarga kerajaan, juga peralatan kesenian. Koleksi menarik lainnya adalah kereta kencana, topi kebesaran Paku Buwana VI, Paku Buwana VII, serta Paku Buwana X.
Kamu juga harus merasakan halusnya pasir yang berada di Sasana Sewaka. Pasir ini didatangkan dari Gunung Merapi dan Pantai Parangkusumo. Kemudian ditutup dengan  menara yang disebut Panggung Sanggabuwana. Konon katanya menara ini digunakan oleh Susuhunan untuk bersemedi dan bertemu Nyai Roro Kidul. Selain sebagai tempat semedi, menara ini juga diperuntukan sebagai menara pertahanan yang berfungsi mengontrol keadaan di sekeliling Keraton.

Keraton Kartasura

1-karta-1024x632 - Jelajah Solo, Jejak Tiga Keraton Solo - paket wisata

Keraton Solo yang satu ini sangat disayangkan  kami tidak bisa ke Keraton Kartasura karena hanya meninggalkan puing-puingg benteng. Belum lagi ditutupi semak belukar. Begitulah yang dideskripsikan oleh bapak sambil mengayuh becak. Menurut info sejarah yang kudapat dari mbah segala bangsa “mbah gugel”, Keraton Kartsura dibangun pada masa Amangkurat II yang merupakan cucu dari Sultan Agung. Keraton Kartasura berlangsung sejak tahun 1681-1745.