huffingtonpost - Jangan Panik! Berikut Cara Menanggulangi Hipotermia - paket wisata
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menangani hiportermia. Photo by : HuffingtonPost

               Sebagai orang yang menikmati liburan di tempat-tempat yang memiliki suhu yang dingin, maka sudah seharusnya Sobat JP memiliki persiapan yang matang sebelum terjun ke tempat yang dituju. Mulai dari persiapan sebelum mencapai titik yang ingin dikunjungi, saat perjalanan, rute pulang, serta penanggulangan terhadap hal-hal yang di luar dugaan dan tidak diinginkan terjadi. Seperti yang perlu orang ketahui bahwa ketika berlibur ke tempat yang jauh dari perkotaan atau fasilitas-fasilitas umum, maka persiapan matang harus menjadi prioritas utama sebelum berangkat. Mulai dari perbekalan, pakaian yang dipakai, dan peralatan yang menunjang perjalanan nantinya.

                Salah satu tujuan wisata favorit yang cenderung memiliki suhu di bawah normal adalah wisata ke gunung-gunung yang indah dan terletak pada ketinggian yang cukup tinggi. Melakukan perjalanan ke gunung, harus memperhatikan setiap barang yang harus dibawa dan digunakan. Saat menelusuri area yang jauh dari perkotaan, maka setiap rencana yang dibuat harus benar-benar memperhatikan keselamatan selama perjalanan. Mulai dari medan yang akan dilalui, cuaca, sumber air dan masih banyak hal lain. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penanggulangan terhadap bencana yang mungkin menimpa saat melakukan perjalanan, salah satunya hipotermia.

                Hipotermia merupakan suatu kondisi dimana tubuh mengalami lemas, sebagai akibat dari suhu pada perjalanan yang terlampau rendah dari suhu normal yang diperlukan oleh tubuh manusia yaitu 35o. Kekurangan kalori, terkena hujan, dan tidak mempersiapkan diri secara baik sebelum keberangkatan merupakan faktor yang juga dapat memicu hipotermia muncul. Penanganan yang salah atau terlambat dapat berakibat fatal, karena keadaan hipotermia ini dapat menyebabkan disfungsi pernafasan dan melemahnya kinerja jantung, sehingga dapat memicu kematian apabila tidak tertangani. Berada di tempat yang terlalu dingin terlalu lama dengan pakaian yang tidak menunjang tubuh agar tetap hangat, meningkatkan potensi terkena hipotermia. Hipotermia berdasarkan kecepatan perubahan suhu yang terjadi, terbagi menjadi 3 macam, antara lain:

  1. Hipotermia akut (imersi). Kondisi ini terjadi apabila seseorang kehilangan panas tubuh secara mendadak dan sangat cepat, contohnya saat seseorang jatuh ke kolam yang dingin.
  2. Hipotermia akibat kelelahan. Pada kondisi yang terlalu lemah, tubuh tidak akan mampu menghasilkan panas, sehingga orang tersebut akan jatuh pada kondisi hipotermia.
  3. Hipotermia kronis. Jenis ini terjadi bila panas tubuh menghilang secara perlahan. Kondisi ini umum terjadi pada lansia yang tinggal di ruangan dengan kehangatan yang kurang, atau pada tunawisma yang tidur di luar ruangan.
653652hipotermia - Jangan Panik! Berikut Cara Menanggulangi Hipotermia - paket wisata
Beberapa tips dan anjuran dalam mengatasi Hipotermia

                Dikutip dari laman web alodokter.com (1/10), berikut adalah langkah antisipasi untuk kejadian hipotermia yang mungkin terjadi pada diri atau orang di sekitar Anda.

  1. Langkah utama dalam menangani hipotermia adalah dengan mencegah proses pelepasan panas tubuh dan menghangatkan tubuh pengidap secara perlahan-lahan.

Sebelum pengidap hipotermia menerima penanganan dari petugas medis profesional, ada sejumlah metode pertolongan darurat yang dapat Anda lakukan untuk membantu. Metode-metode tersebut meliputi:

  1. Memantau pernapasan pengidap. Segera berikan napas buatan jika pengidap berhenti bernapas.

Perlakukan pengidap dengan hati-hati. Gerakan yang kasar atau berlebihan dapat memicu serangan jantung. Menggosok tangan atau kaki pengidap juga sebaiknya dihindari. Pindahkan pengidap ke dalam ruangan atau tempat yang hangat jika memungkinkan. Tetapi jangan langsung memandikan pengidap dengan air hangat.

  1. Lepaskan pakaian pengidap jika basah dan ganti dengan yang kering.

Tutupi tubuh pengidap (terutama bagian perut dan kepala) dengan selimut atau pakaian agar hangat. Apabila Anda berada di luar ruangan atau di alam terbuka, lapisi tanah dengan selimut sebelum membaringkan pengidap. Berbagi panas tubuh dengan pengidap, misalnya dengan memeluknya secara hati-hati. Kontak langsung dari kulit ke kulit akan lebih efektif.

  1. Berikan minuman hangat jika pengidap masih sadar dan bisa menelan. Tetapi jangan memberi minuman yang mengandung alkohol atau kafein.

Gunakan handuk kering yang dihangatkan atau botol berisi air hangat untuk mengompres pengidap. Kompres ini sebaiknya diletakkan di leher, dada, atau selangkangan. Jangan meletakkannya di bagian kaki atau tangan karena dapat mendorong darah yang dingin untuk mengalir ke jantung, paru-paru, dan otak.

Setelah sampai di rumah sakit, pengidap hipotermia akan menerima serangkaian langkah penanganan medis. Pemilihan jenis penanganan akan tergantung pada tingkat keparahan hipotermia yang diderita pengidap. Beberapa jenis perawatan intensif yang biasanya dilakukan meliputi:

  1. Mengeluarkan dan menghangatkan darah pasien, lalu kembali mengalirkannya ke dalam tubuh pasien. Proses ini dilakukan dengan mesin pintas jantung dan paru (CPB) atau mesin hemodialisis.
  2. Menghangatkan saluran pernapasan dengan memberikan oksigen yang sudah dilembapkan dan dihangatkan melalui masker dan selang.
  3. Memberikan infus berisi larutan salin yang sudah dihangatkan.
  4. Mengalirkan larutan yang hangat untuk melewati dan menghangatkan beberapa organ tubuh, misalnya sekitar paru-paru atau rongga perut.
  5. Hipotermia yang tidak diobati dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius, seperti radang beku atau frosbite serta gangren (jaringan yang membusuk akibat terhambatnya aliran darah), atau bahkan kematian.

                So Sobat JP, langkah-langkah di atas merupakan alternatif yang dapat dilakukan apabila menghadapi situasi pengidap hipotermia. Sobat harus bisa tenang, jauh dari rasa panik agar dapat menangani situasi tersebut dengan tepat. Ingat baik-baik cara penanganan ini ya guys, mungkin suatu hari akan berguna dimana pun kita berada. Be well!